Kegiatan Peningkatan Kapasitas Aparat Pengawas Internal dalam Melakukan Evaluasi SAKIP dan LAKIP

Dalam rangka peningkatan kompetensi Aparatur Pengawas Internal Pemerintah, Inspektorat Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menyelenggarakan “Workshop Peningkatan Kapasitas Aparat Pengawas Internal dalam Melakukan Evaluasi SAKIP dan LAKIP”. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada hari Rabu sampai dengan Jumat 21 sd 23 Februari 2018.

Acara diikuti oleh sekitar 70 orang yang berasal dari Inspektorat Jenderal Kemristekdikti dan Anggota SPI (Satuan Pengawas Internal) di Lingkungan Perguruan Tinggi Negeri dan Kopertis.
Dalam sambutan nya Inspektur Jenderal Kemenristekdikti menyampaikan bahwa “ Kegiatan peningkatan Ini dilakukan dalam wujud peningkatan kapasitas yang akan memberikan dasar dasar penguatan pengenalan mengenai apa itu Lakip dan LAKIP “.

Dalam ruang lingkup evaluasi LAKIP dan SAKIP ada dua hal penting yang harus diperhatikan yaitu :
1. Evaluasi dalam Penerapan Sistem Akuntabilitas Pemerintah dan pelaporan atas kinerja suatu Instansi
2. Evaluasi SAKIP dengan mempertimbangkan kepada kemajuan yang telah dicapai dan pembahasan hasil evaluasi yang sudah dilakukan.

Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) merupakan integrasi dari sistem perencanaan, system penganggaran dan system pelaporan kinerja, yang selaras dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas, sedangkan LAKIP berisi laporan kinerja dan akuntabilitas, yaitu gambaran pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran organisasi.LAKIP sendiri merupakan bagian dari Instansi Pemerintah atau SAKIP.

“Kita sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah harus mengerti bagaimana melakukan evaluasi terhadap kinerja dari suatu Instansi”.

Dalam akhir sambutannya Inspektur Jenderal berharap bahwa dalam 3 (tiga hari) kedepan peserta kegiatan dapat memiliki kompetensi dan kecakapan dalam melakukan penilaian terhadap SAKIP dan LAKIP mulai dari Penilaian,Pengukuran,Pelaporan dan Evaluasi SAKIP dan LAKIP dengan Standar dan Pengertian yang sama sehingga perbedaan Persepsi yang seringkali ditemukan dalam melakukan evaluasi SAKIP dan LAKIP dapat dihilangkan.